Tentang SMS


Tentang Sehat Menuju Sejahtera

Apa itu Sehat Mernuju Sejahtera?

Sehat menuju sejahtera (SMS) adalah salah satu sarana untuk menginformasikan kepada Bapak/Ibu & Saudara/I bahwa Kesehatan itu sangat penting bagi seluruh manusia. Oleh sebab itu, mengapa kita tidak manfaatkan ini sebagai alat untuk menuju kesuksesan?

Atau dengan kata lain “Sehat Mernuju Sejahtera (SMS)” adalah Bisnis ringan dengan keuntungan maksimal, dengan mengubah kebiasaan konsumtif menjadi produktif untuk memperoleh Pasif INCOME.

VISI SMS:

Melayani, menyehatkan serta Mensejahterakan Masyarakat

Ide ini timbul karena banyaknya saudara/i kita yang kaya di dunia ini, namun kesehatan mereka tidak terpenuhi, sehingga secara berangsur-angsur harta mereka tadi LUDES bahkan tidak sedikit yang yang jatuh miskin setelah melalui pengabatan yang akhirnya membawa kematian.

Bahkan menurut para pengamat Ekonom dunia mengatakan bahwa Industri Kesehatan adalah Industri yang akan menjadi PRIMADONA.

Untuk lebih jelasnya ikuti bacaan berikut:   “Selamat Membaca”

Era Bisnis Makanan Kesehatan jadi Primadona

Era Bisnis Makanan Kesehatan jadi Primadona.
Paradigma tentang distribusi kini berubah. Tak sekedar secara fisik, tapi juga menggunakan intelektual ”edukasi” kepada konsumen. Dan bidang kesehatan jadi primadona. Inilah yang membuat NM (Network Marketing) health food kian gurih digeluti.
Menurut ekonom dan penulis buku Prof. Paul Zane Pilzer, dalam satu dekade mendatang industri kesehatan berkembang secara fantastic. Ketika buku “The Wellness Revolution” : How to Make Fortune in The Next Trillion Dollars Industry diterbitkan, leader kondang Amway di Amerika Serikat, Dexter Yager, sontak kegirangan “Hey, inilah analisa dari seorang pakar ekonomi yang membuktikan bahwa bisnis kita memang diakui” jelas miliarder Amway di Paman Sam itu kepada seluruh jaringannya.
Jangan heran, bila buku yang ditulis Paul Zane Pilzer, menjadi bacaan wajib bagi pelaku NM, sama seperti halnya buku-buku kebebasan finansialnya Robert T. Kiyosaki. Cuma bedanya, Kiyosaki lebih menyoroti NM sebagai aspek bisnis, khususnya sebagai konsep bisnis menuju kuadran kanan, yang dicirikan uang bekerja pada orang (Anda).
Sedangkan Wellness Revolution, membeber distribusi sebagai lahan empuk bisnis, yang koceknya melebihi dari produsen (pembuat). Sekadar contoh, Paul menyebut Sam Walton, yang menjadi retailer terbesar lewat Walmart-nya di Amerika Serikat, atau Jeff Bezos, yang memperkenalkan pendistribusian produk berupa buku-buku melalui situs amazon.com.

Distribusi apa yang gurih ?

Pria berkepala plontos ini menyebutnya kesehatan. Prediksi ini bukan tanpa dasar, karena ada generasi yang mampu menggerakkan ekonomi dunia, yakni Baby Boomer.
Baby Boomer, sebuah generasi yang belakangan menjadi penggerak, trendsetter gaya hidup yang mampu menjadi mesin penggerak ekonomi global. Mereka yang membuat industri property meledak, mereka yang membuat industri otomotif berkembang pesat. Baby boomer pula yang menggerakkan industri asuransi, computer dan internet.
Generasi Babby Boomer adalah sebuah generasi yang tidak lagi memikirkan bagaimana mencari uang. Mereka adalah generasi yang berada pada puncak penghasilan. Mampu mendapatkan lebih banyak uang, dan memiliki daya beli yang tinggi. Mereka pada tingkat produktifitas tinggi.
Sangat masuk akal, jika salah satu dekade mendatang, mereka diperkirakan akan menggerakkan industri kesehatan. Karena pada usia yang sangat produktif (37-55 tahun) mereka ingin lebih sehat (feel healthier), memperbaiki penampilan (look better), memperlambat penuaan (slow down aging), dan ingin mencegah berbagai macam penyakit (prevent diseases). Intinya mereka ingin merawat kesehatannya, mereka tidak rela penyakit mencuri usia produktifnya. Di Amerika jumlah mereka memang hanya 30% dari populasi, namun mampu memberikan sumbangan GNP (Growth National Product) sampai 50%.
Pada Tahun 70-an, dunia dikejutkan dengan Microwave. Tahun 80-an Industri Video meledak. Tahun 90-an Industri Computer dan Internet merambah dunia. Maka memasuki abad 21 ini, industri perawatan kesehatan (welIness industry) akan merajai dunia. Apalagi, tekanan persaingan dan tekanan pola makan, dan tekanan polusi semakin tinggi. Hasilnya, lihatlah beragam penyakit kini ditemui, seperti epidemi flu burung, anthrax dan sebagainya.
Dalam bukunya, Paul menggulirkan empat pilihan dalam menggeluti bisnis, diantaranya:
  1. sebagai “Tenaga Ahli” (practitioner). Di sini tentu dibekali dengan pendidikan yang tidak murah. Jadi harus melakukan investasi dalam bentuk sekolah yang menghabiskan waktu beberapa tahun. Tentunya, uang yang dikucurkan tidak sedikit. Makanya, kata Paul, tenaga ahli akan merasakan hasilnya beberapa tahun mendatang.
  2. sebagai “Produsen” (Manufacture), mengambil bagian dalam membangun industri. Tentu, ini harus didukung investasi jutaan atau miliaran dolar untuk membangun pabrik, infrastruktur, biaya riset, hak paten, pengangkutan barang dan sebagainya.
  3. sebagai “Penjual Eceran”. Tapi, tetap juga harus menyiapkan beberapa hal, seperti membayar lisensi, mampu bekerja tujuh hari seminggu, memiliki strategi iklan dan membayar sejumlah karyawan. Sebuah investasi yang jumlahnya tidak sedikit.
  4. dengan menjadi “Distributor”. Paul menyebut, distributor adalah bagian rantai bisnis yang paling besar mendapatkan keuntungan, melebihi dari produsen (pembuatnya), seperti halnya Sam Walton (pemilik Wall Mart), Fred Smith (Fedex), Josh Bishop (amazon. com).
Cuma, distributor yang mereka tempuh, paradigmanya masih menggunakan pola-pola lama, hanya sekadar memindahkan produk ke tangan konsumen saja (secara fisik saja). Paul menambahnya dengan sebutan “intelektual” Contohnya, ya itu tadi, Jeff Bezos, yang dinilainya ahli sebagai pendistribusian secara intelektual.
Anda tidak sekadar membeli buku yang Anda inginkan, tapi juga dapat melihat cuplikan-cuplikan dari buku-buku lain. Atau mencari buku-buku lain yang berhubungan, jelas Paul kepada Home Business Magazine .
Sebelum buku The Wellness Revolution digulirkan, Paul pun mengupas pendistribusian secara fisik, dibeberkan dalam bukunya Unlimited Wealth. Sekarang, di masa yang mendatang, yang diperlukan adalah pendistribusian secara intelektual, yaitu mendidik konsumen tentang produk dan jasa yang dapat mereka tawarkan kepada orang lain, tambahnya. NM sebagai bagian dari distribusi, dinilainya merupakan distribusi intelektual.
Seorang network marketer mengirimkan barang layaknya sales, tapi mereka juga bersandar pada intelektual, karena mengajarkan dan mendidik bagaimana menjual produk kepada konsumen lain, urai Paul.
Bisnis distribusi ini memang sangat mengendalikan kecepatan pikiran dan penguasaan produk yang lebih baik. Pasar potensial adalah Baby Bommber. Di Amerika saja jumlah mereka sekitar 78 juta dengan uang tunai lebih dari US$ 1 triliun. Mereka siap membayar berapa saja agar tetap awet muda, sehat dan penuh vitalitas.
Sebuah pepatah dari Cherlyl Russel: “bisnis yang cukup cerdik adalah mengenali apa yang diinginkan Baby Bommber”.

Apa Anda masih mau menunda kesempatan ini????

Informasi Lebih Lengkap, hubungi:

Waoli Lase /  Walas

ID. 95091337

HP:  081315099504;  02199340848; 089974995004

E-Mail: lwaoli@yahoo.co.id

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: